Menyusur kearah timur jawa timur memang tidak semua orang bisa melakukannya, tapi bagi kalian yang pernah melakukannya pasti melihat dan merasakan betapa banyak keindahan alam yang membentang tiada henti disuguhkan ketika memasuki area Austria Van Java, yaitu julukan yang diberikan pada daerah Lumajang karena kekayaan alamnya yang begitu cantikk dan mempesona ini. Bersykur sekali aku pernah diberi kesempatan untuk eksplore ke sana. Pertama Kali mendatangi tempat ini tahun 2019 tujuannya untuk menghilangkan penat saat libur semester tiba, setelah disibukan dengan project project perkuliahan anak Teknik yang wasalam itu, rasanya tubuh ini butuh sensasi yang menyegarkan. So, aku dan teman-teman memutuskan untuk mengunjungi beberapa destinasi Alam yang terkenal wonderful di Austrianya Jawa ini.
Pada tahun
2021 menuju 2022 diakhir tahun adalah kali kedua ku mengunjungi daerah ini lagi,
tapi kali ini misinya beda yaitu panggilan kemanusian, dimana telah terjadi erupsi
Gunung semeru yang memakan banyak korban jiwa dan kerusakan disana sehingga aku
memutuskan untuk bergabung tim volunteering kesana.
![]() |
| Jembatan Gladakperak Terputus 2021 |
Tugas ku
dan teman-teman tim saat itu adalah menyalurkan bantuan kemanusiaan dan
mengadakan sekolah darurat bagi anak-anak terdampak yang masih belum bisa mengikuti
kegiatan belajar mengajar di sekolah. Eitsss tapi guys, sekolah darurrat yang
kita lakukan engak yang formal gitu kok, wkwkkw. Kita sekolah santai, bermain
sambil belajar, tertawa, membangkitkan semagat mereka lagi dengan pertunjukan
pertunjukan sains yang kita praktekan bersama sama, dan games game tradisional
yang seru.
Beberapa
hari Tim kami mengisi kelas trauma healing di pengungsian dan di hari ke 4 kita
disana, ada moment kita diajak relawan lain untuk melihat jembatan gantung,
yang lokasinya tidak terlalu jauh dari posko kami. Kami naik motor kesana dan
menemukan view yang begitu indah dan pas banget suasana lagi cerah, mendukung
sekali. Kita melihat dan melintasi jembatan gantung yang membentang sepanjang kurang
lebih 198 meter dengan lebar sekitar 1,8 meter di atas aliran lahar Semeru.
Radak megerikan sih lewat diatas jembatan ketika volume lahar naik dan debit
lahar lagi deras derasanya.
![]() |
| Jembatan Gantung Kaliregoyo |
Jembatan gantung Kaliregoyo ini digadang gadang menjadi jembatan gantung terpanjang di Indonesia yang membuka akses ke dua dusun kebondeli selatan (padukuhan Jobong dan Kajar Kosong). Sebelum jembatan ini dibangun warga mengeluhkan selalu menyebrang sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, dan saat terjadi banjir lahar di suangai akses untuk pemenuhan sehari-hari tertutup, anak-anak sekolah yang sering menyebrangi sungai setiap berangkat dan pulang sekolah ketika banjir datang mereka tidak bisa datang kesekolah, apalagi kalau ada yang sakit atau mau melahirkan, tentu tidak bisa dapat segera ditangani dengan cepat.
Pedukuhan Jobong
Dibalik
jembatan gantung Kaliregoyo terdapat 2 padukuhan atau dusun yang terletak di dalam hutan. Kami
mendatangi salah satu dari dusun tersebut yaitu padukuhan jobong yang arahnya
setelah melewati jembatan gantung, belok kearah kiri jemban lalu akan memasuki
hutan dan setelah menyusuri hutan akan ditemukan permukiman warga. Jalan masuk
ke sana hanya tersedia jalan setapak, kendaraan yang bisa masuk hanya motor,
jadi tidak ada mobil di permukiman. Akses mobil hanya sampai sebrang jembatan,
jadi kalau mau masuk daerah ini mobil bisa di parkir di bawah jembatan, lalu
lanjut dengan jalan kaki atau numpang warga setempat yang melintas menggunakan
motor.
![]() |
| Jalan Setapak Menuju Pedukuhan |
Padukuhan jobong adalah salah satu permukiman kecil yang terletak di bawa bukit yang geografis tanahnya miring jadi rumah disini berundak-undak. Terhitung pada 31 Desember 2021 Jumlah kepala keluarga (KK) warga disana sebanyak 38 KK dengan jumlah penduduk 141 jiwa. Kebayang Kan betapa sedikitnya orang yang tinggal di Sana. Pas banget buat temen-temen yang ingin mencari permukiman yang tenang jauh dari kota wkwkwk.
Kondisi tanah yang berundak pada gambar itu terlihat masjid yang untuk menuju kesana harus melewati tanjakan dulu tak heran jika rata rata orang-orang disini sehat bugar karena sering bergerak, jalan kaki utamanya wkwkkwk. Bahkan ada yang masih sehat dengan umur sudah mencapai 1 abad lebih, emang kondisi lingkungan yang sehat sangat mendukung kehidupan yang layak ya guyss. Jadi pengen punya rumah dengan latar suasana seperti disini guys wkkwkw. Bahasa keseharian warga sekitar menggunakan Bahasa Madura. Kenapa bukan Bahasa jawa ? Karena usut demi usut Persebaran orang Madura telah meluas dari pulau Madura ke pulau sekitamya sehingga banyak orang madura yang masuk ke daerah seperti Surabaya, Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, dan Jember. Kebanyakan persebaran ke luar pulau Madura itu disebabkan karena alasan ekonomi. Mereka merantau untuk mencari nafkah akhirnya memiliki keturunan dan menetap didaerah-daerah tersebut. Migrasi dari Pulau Madura ke ujung timur Pulau Jawa sudah terjadi sejak zaman Majapahit. Wilayah padukuhan jobong ini merupakan salah satu wilayah dilumajang yang dihuni oleh warga keturunan madura.
Disini
tempatnya adem dan rindang banget dengan pemandangan hijau perbukitan, disini
kita akan menikmati kesunyian dengan udara yang segar dan sejuk. Disini
dijumpai banyak pohon kelapa yang tinggi tinggi guys.. pohon pohon kelapa ini
di manfaatkan oleh ibu-ibu setempat untuk diolah menjadi gula merah atau gula
aren untuk selanjutnya di konsusi sendiri maupun dijual sebagai income tambahan.
![]() |
| Pembuatan Gula Merah |
Untuk
menghidupi kebutuhan keseharian mata pencaharian utama warga padukuhan jobong
bekerja sebagai penambang pasir, dan sebagai sampingan beberapa warga berkebun
dan memiliki hewan ternak. Dalam permukiman ini untuk saat ini tidak Ada sekolah Jadi
kalau Mau sekolah keluar menyebrangi sungai. Dulu sempat Ada sekolah namun
sudah tidak dipergunakan kembali dikarenakan salah satu alasan lokasinya rawan
longsor sehingga kurag aman dan bangunan tidak layak lagi untuk digunakan.
Air
sebagai salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak
perlu diragunak lagi, air disini sangat Segar dan melimpah, karena air disana merupakan
daerah awal yang dialiri air dari sumber perbukitan inisebelum masuk ke desa
atau permukiman lain yang ada di bawah guys. Airdisini masih gratis sehingga dirumah
singgah saya airnya terus mengalir tanpa
adanya keran jadi pipa terbuka terus gitu guys, sangat disayangkan sekali air
banyak kebuang sia sia disini padahal daerah lain banyak yang krisis air lohh
huhh so sad, tapi memang mereka kurang paham sihh dengan informasi itu. Ketika
aku disana bilang “ibu saying airnya kebuang gini, ga dikasih keran pembuka
penutupnya (sambal mewek”. Ibunya menjawab “gapapa mbk nanti keserap ditanah
juga, sampe bawah juga airnya”. Iyaa sih guys jadi air tanah nanti dibawah
berner juga ibunya, tapi aku merasa sayang ajh gitu, kan mayan yahh bisa
pengoptimalan system distribusi gitu
wkwkkw
![]() |
| Warga setempat |
Tempatnya
yang rindang, tenang, dan jauh dari kota bikin aku betah disini, rumah rumah
disini sedrhana-sederhana, disini adem, udara segar, sejuknya tempat ini bikin
lelap enak banget dibuat tidur santai. Sayur sayuran disini beberapa warga
memang sengaja menanamnya dikebun buat memenuhin kebutuhan pribadinya atau
dijual jadi mau masak sayur tinggal ambil secukupnya dan biarkan mereka tumbuh
lagi, disini bisa makan buah kelapa mudah yang segarr banget metik dari
pohonnya langsung dan setiap hari jum’at setelah melaksanakan ibadah sholat
jum’at warga khususnya pria melakukan makan bersama sama di salah satu rumah
warga. Fyi guys kalau mau kesini siap siap susah signal yaa ga semua provider
signalnya bagus disini, signal yang lumayan disini telkomsel saat itu.
Okehh
sekian sedikit berbagi cerita perjalanan kali ini bagi kalian yang penasan bisa
dateng langsung berkunjung, warganya ramah ramah banget hanya saja logat dan
nada bicara nya keras/tinggi guys sudah bawan wkwkwk









0 Comments